February 15, 2014

Mak Comblang

Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku dengan sebab (pujian) yang mereka ucapkan,
dan ampuni aku dari (perbuatan dosa) yang tidak mereka ketahui
(dan jadikan aku lebih baik dari apa yang mereka sangka).
[ HR. Bukhari ]

Kantin Grha.
Kamis siang itu, aku menjumpai dua temanku. Mereka sudah tiba terlebih dahulu, terlihat piringnya hampir bersih. Aku berjalan sendirian, dalam hati berharap bisa bersama mereka. 
Mereka menyambutku. Alhamdullah, aku bisa bergabung dengan mereka.
"Mbak udah jam segini kalau mau masuk duluan aja, aku gapapa sendirian...", sontak saat aku sadar sudah menunjukkan jam 1.10.
Aku segera berburu lauk.
  
Nampaknya, terlalu banyak intermezzo. Padahal awalnya mau cerita cepat dan singkat langsung pada intinya saja. Hehehe... 



Tak lama, aku kembali ke meja.
"Aku duluan yang tanya ya..."
"Eh, aku dulu deh."
Sambil memandangku, mereka tampak sedang bercanda.
Sepertinya maksud mereka tertuju padaku. Aku penasaran.

Dan benar, aku dihujani pertanyaan yang cukup serius mereka tanyakan padaku.
"Mega rencana kamu menikah kapan?"
"Tahun ini atau tahun depan sudah mau menikah belum?"
"Kamu mau nikah muda?"

+ + +

Bagaimana bisa aku disandingkan dengan dia dan kebagusannya itu....
Aku masih jauh.
Pembicaraan itu menyeret ku hingga sekarang tak habis-habisnya muter di kepalaku.
Apa-apa yang mereka lihat pada diriku itu hanya yang tampak saja.
Aku tau siapa aku. Dan aku tau diri ini masih tipis sekali dengan ilmu.
Tipis hafalan.
Sedikit istighfar.
Lemah bersyukur.
Mudah berdosa.
Pokoknya aku tau...

Tampaknya aku bukan lagi hanya perlu memantaskan diri, tapi masih banyak PR yang harus aku perbaiki.

Ini bukan tentang atau untuk dia.
Tapi ini fokus pada diriku. Siapapun dia, bagaimanapun nanti, aku sadar tanggung jawabku semakin besar atas kebaikan-kebaikan di sekelilingku.

Ya Allah, lindungi aku dari niat yang tidak lurus dan berikan aku kekuatan istiqomah dijalan-Mu.

1 comment: