April 20, 2014

Sholawat, Yuk!

Sebelumnya sudah pernah saya share di grup whatsapp. Tapi serasa ada keganjalan bila belum saya sampaikan di ranah yang lebih luas. Maka izinkan saya untuk menuangkan ilmu tersebut dalam blog ini, semoga menjadi amalan pemberat bagi penulis maupun pembacanya. Aamiin..

Kali ini mengenai keutamaan dan  kelebihan sholawat yang saya ambil ceritannya sebagian dari kajian "Setengah Isi Setengah Kosong" oleh Ustadz DR. Syafiq Reza Basalamah, MA.

Beliau adalah salah satu ustadz yang saya kagumi penyampaian dakwahnya. Mulai dari khutbah hajat yang selalu beliau ucapkan beserta terjemahnya. Ya, ternyata khutbah hajat ini perlu juga dipelajari dan bahkan dihafalkan karena ini merupakan salah satu sunnah yang datangnya dari Nabi Muhammad SAW ketika beliau memulai musyawarah atau berbicara di masyarakat umum. Ustadz Syafiq ini suka juga memberikan kuis berupa pertanyaan kecil, semisal nama-nama bulan dalam penanggalan Hijriah. Kekhasan beliau yang istiqomah dalam mengingatkan para jamaah yang datang perihal sholawat, hal yang akan saya terangkan dibawah ini.

Semoga Allah senantiasa menjaga para ulama-ulama di negeri kita ini... Aamiin.



Beliau terangkan bahwa orang yg bakhil itu bila disebut nama Nabi Muhammad, maka bibir dan lidah tidak tergerakkan untuk mengucapkan salam dan sholawat untuk Rasul SAW. Nabi tidak butuh dengan sholawat kita, karena ada Allah yg menciptakan langit dan bumi, surga dan neraka, dan menciptakah segala yg ada, yang senantiasa bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW.
Kalau Sang Pencipta, Sang Penguasa, dan Sang Maha Perkasa bersholawat untuk hambanya, apalagi yg diharapkan dari kita? Ditambah pula malaikat-malaikat Allah yang tidak pernah berbuat dosa dan nista, yg pekerjaannya hanya beribadah kepada Allah, mereka juga bersholawat untuk Nabi Muhammad SAW.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di Q.S Al-Ahzab : 56 berikut :

 إِنَّ اللّٰـهَ وَمَلٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِىِّ  ۚ

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. 

Bahkan Allah dan malaikat-malaikat Nya berseru sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.



يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Allah ingin memberikan kemuliaan bagi kita yang mudah tak pernah luput dari dosa, maka Allah memerintahkan untuk bersholawat. Pada terjemahan tersebut, hanya orang-orang yg beriman yang diseru oleh Allah SWT. Itu karena Allah cinta pada mereka...

Dijelaskan oleh Ibnu Mas'ud r.a :
Kalau kau mendengar Yaa Ayuuhaladziina'aamanuu "Hai orang2 yg beriman", Maka dengarkan. Karena ada kebaikan yg hendak Allah sampaikan, atau ada bahaya yg hendak Allah terangkan kepada kita supaya kita bisa menjauhinya.
Maka dari itu, masih adakah alasan bagi kita untuk tidak membiasakan bersholawat, yang melakukannya tak perlu bergerak dan mengeluarkan keringat?

***

Diterangkan pula oleh Ustadz Syafiq dalam sebuah cerita dalam hadits Ubay bin Ka'ab.

Suatu hari Ubay Bin Ka'ab r.a mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata,
"Ya Rasululullah, aku ini banyak bersholawat untukmu wahai Nabi."

Ubay tidak sedang datang untuk memamerkan amalannya.
Namun, beliau datang kepada Nabi karena ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Beliau tahu begitu besarnya peran dan pengorbanan Rasulullullah SAW.

Kemudian Ubay melanjutkan dengan pertanyaan,
"Ya Rasululullah, berapa banyak dari doa yang aku panjatkan yang aku harus tujukkan sholawat untukmu?"

Jawab Rasulullah SAW,
"Terserah kamu".

Ubay adalah seorang yang merdeka. Berapapun yang hendak beliau berikan kepada Rasulullah SAW, maka tidak ada paksaan baginya.

Kemudian Ubay bertanya kembali,
"Bagaimana kalau seperempat dari doa ku, isinya sholawat untukmu, wahai Rasulullah?"

Apa jawab Rasululllah SAW?
"Terserah kamu. Tapi kalau kau tambahi, tentunya itu lebih baik."

Maka Ubay mengangkat persentase dari doa yang dia panjatkan.
"Kalau begitu, separuhnya. Separuh dari doaku, isinya sholawat untukmu, wahai Rasulullah."

Rasulullah SAW kembali menjawab,
"Terserah kamu. Tapi kalau kau tambahi, tentunya itu lebih baik."

Ubay bertanya kembali,
"Bagaimana bila dua per tiga nya, wahai nabi?"

Apa jawab Rasulullah SAW?
"Terserah kamu. Tapi kalau kau tambahi, tentunya itu lebih baik."

Ternyata sholawat tidak seperti harta warisan, yang mudah dibagi-bagi jumlahnya.

Maka Ubay berkata,
"Kalau begitu ya nabi Allah, semua doaku isinya adalah sholawat untukmu"

Maka Rasululullah memberikan dua kabar gembira seraya menjawab pertanyaan Ubay r.a :
"Ya ubay… Kalau begitu yang kau lakukan, semua doamu isinya sholawat untukku, maka segala kegelisahan, kegundahan, kegalauan dari jiwamu akan dihapuskan oleh Allah."


***

Kelebihan sholawat :
- Hilang kegalauan dalam hati.
- Diampuni dosa-dosa di akhirat.

Allah tidak menjadikan kebahagiaan di harta, melainkan di hati yang beriman. Semoga Allah masukkan kita dalam golongan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Aamiin...

No comments:

Post a Comment