July 19, 2014

Interview Menambah Rindu

Puncak kerinduan terbesar bagi seseorang adalah ketika dua orang yang telah lama tidak bertemu, tidak pula saling berkomunikasi, namun keduanya saling mendoakan dalam diam.
Selesai mengisi formulir biodata, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi company profile. Tanya jawab pun berlangsung tak lama dan kemudian psyhcology test dimulai. Setelah menunggu pengumuman di ruangan yang super dingin itu, Alhamdulillah saya salah satu kandidat yang lolos ke tahap selanjutnya, yaitu logical test dan interview HR.

Interview berlangsung sekitar 45 menit. Menurut teman-teman peserta yang lain saya yang paling lama. Tapi karena saya sebagai objek yang diinterview, 45 menit seperti nggak berasa apa-apa.

Namun selalu ada yang menarik dari tiap sesi interview. Ini hanya salah satunya.
Adalah pertanyaan tentang latar belakang keluarga. Sewaktu mengisi form biodata di kolom family background, saya sengaja tidak memasukkan biodata (almh.) kakak saya. Entahlah, selalu bingung kalau orang yang sudah meninggal apa perlu ditulis atau nggak. Tapi kali itu, saya masih memasukkan nama Ibu dalam list.

Inilah salah satu momentum dimana saya menjadi sulit kontrol emosi.
Air mata tumpah tanpa terkendali ketika kaki pertama keluar dari ruangan interview. *ah Mega, cengeng kamu.*

Tapi mungkin sesekali perlu seperti ini.
Interview yang menambah berat rasa rinduku pada mereka. Sehingga menambah semangat ku agar terus istiqomah mendoakan yang telah dahulu. Menambah motivasi ku menjadi muslimah yang lebih baik dan shalehah.

... Karena mungkin dengan begini, sedikit rasa rinduku terobati. Dan karena dengan rahmat dan ridho Nya, mungkin aku bisa dipertemukan kembali dengan mereka yang kucintai, di akhirat kelak. Seperti yang Allah janjikan dalam Surat At-Thur ayat 21 :
Orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan Kami kumpulkan anak cucu mereka dengan mereka..

Aamiin ya Rabb...


No comments:

Post a Comment