September 25, 2014

Cukup Letakkan Gelasnya

Seorang dosen memulai kuliah dengan memegang sebuah gelas berisi air, "kira-kira berapa berat gelas ini", tanya nya pada para mahasiswa sambil mengangkat gelas tersebut pada posisi agak tinggi hingga seluruh mahasiswa dalam ruangan bisa melihatnya.
"50 gram..100 gram..150 gram..entahlah", jawab seorang mahasiswa.
 "well, kita takkan tahu jika tak menimbang nya", jawab sang dosen diiringi tawa kecil para mahasiswa. 
"wah..tangan anda akan keram prof", jawab si mahasiswa.
"bagaimana kalau aku mengangkatnya seharian?", tanya sang dosen belum puas. 
"entahlah, mungkin tangan anda akan mati rasa, beberapa otot akan terluka mungkin juga lumpuh. Dan yang jelas anda harus dibawa kerumah sakit", seisi ruangan tertawa. 
"betul sekali, lantas apakah berat gelas ini akan berubah?"
"tidak prof"
"lalu apa yang harus saya lakukan supaya hal-hal buruk diatas tak perlu terjadi?", sang dosen terus bertanya.
"anda tak boleh lupa untuk meletakkan gelasnya"
"persis, jangan mengangkat gelasnya terlalu lama"
Masalah hidup layaknya gelas tadi, semakin lama kita bawa, semakin lama kita akan terbebani, semakin menderita pula kita pada akhirnya.
Bobot masalah takkan berubah sedikitpun hanya kita begitu lama dan dalam memikirkan nya. Benar bahwa setiap masalah memang harus dipikirkan untuk dicari solusinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mempercayakan semua pada Allah, bahwa ditanganNya lah segala kuasa. Dia yang mengatur alam semesta, menjaga keseimbangan bumi, sangat mustahil jika Dia lupa memberi kita jalan keluar.
“Dialah yang telah menurunkan keterangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka ( yang telah ada ). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana” [ Qs. Al Fath : 4 ]
Ketenangan hati adalah bukti kuatnya iman, sebaliknya kita harus hati-hati saat dilanda terlalu banyak kegelisahan, seolah masalah kita sangat besar, hingga merasa sebagai manusia paling menderita. Karena bisa jadi saat itu iman kita berada di titik nadir hingga syaithan leluasa menggoda.
Hidup lah dengan semangat pemburu syurga, niscaya takkan ada masalah yang terlalu berat terasa.
*Diterjemahkan dari Islamic Thinking, dengan berbagai penyesuaian*

Disadur dari salah satu broadcast di grup whatsapp. Pas sekali dengan kondisi belakangan ini. Allah dan dengan cara-cara terbaikNya yang tidak pernah habis mengejutkan ketika iman ini sedang lemah-lemahnya.

Segala puji bagiMu ya Allah...

No comments:

Post a Comment