September 7, 2014

Katakan Saja

Tak mudah untuk mengatakan hal yang benar di waktu yang tepat.
Namun agaknya yang lebih sulit adalah,
tidak menyampaikan hal yang salah
ketika tiba saat yang paling menggoda untuk mengatakannya.
Godaan Kesempatan

Tidak ada yang kebetulan ketika aku sampai pada halaman 296 buku Dalam Dekapan Ukhuwah karya Salim A. Fillah.

Persis ketika seseorang pernah mengatakannya padaku, "Katakan yang benar, meski pahit."
Ternyata kalimat tersebut pun memang pernah disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dalam riwayat Al-Baihaqi dari Abu Dzar Al Ghiffari. Walaupun konteksnya jauh berbeda, namun ada kesamaan antara maksud yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam agar para pedagang berlaku jujur dan terbuka terkait keadaan barang dagangannya dan beberapa hal yang menguasai pikiranku belakangan ini.

Jujur dan terbuka.
Sudah tahu ada yang salah, tapi nafsu selalu menang untuk membenarkannya.

Tapi Allah sungguh baik.
Caranya selalu indah dengan pencerahan yang datang dari arah yang tidak kusangka-sangka.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dengan lebih sedikit jujur dan terbuka. Sedikit saja.
Pahit, namun aku yakin akan banyak kebaikan-kebaikan lain di depan mata.
Bukan hanya untukku, tapi untuk mereka yang disekitarku.

Gantungkan harap dan segala niat hanya untuk menjadi baik,
hanya padaNya
hanya padaNya...


No comments:

Post a Comment