September 6, 2014

Resume SII - Pertemuan 3

Resume Materi SII – Kelas B (Bassam)
Tanggal            : 31 Agustus 2014
Narasumber     : Ust. Syafrizal (081315834xxx)
Tema                : Mengenal Al–Quran

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

v  Al-Quran sebagai petunjuk hidup manusia
Dinyatakan dalam Q.S. Al-Baqarah : 2
“Kitab (Al Quran) itu tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”

Petunjuk yang dimaksud adalah segala hal yang menaungi langkah hidup manusia.

v  Al-Quran sebagai pembeda antara yang Haq dan yang Bathil
Dinyatakan dalam Q.S Al-Baqarah : 185
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”

v  Al-Quran sebagai warisan
Seperti terekam dalam khutbah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam ketika dalam peristiwa Haji Wada’
“Aku wariskan kepada kalian 2 hal. Yang apabila kalian berpegang teguh pada itu, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Yaitu, Al-Quran dan As Sunnah.”

Dinyatakan pula dalam Q.S. Faathir : 32
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”

Ada 3 golongan manusia setelah turunnya Al-Quran sebagai warisan :
1.    Menganiaya/menzalimi diri sendiri : Tidak mau mengikuti petunjuk Al-Quran
2.    Pertengahan : Perintah Quran dijalankan setengah-setengah. Sedang larangan nya pun dijalankan setengah-setengah
3.    Lebih dahulu berbuat kebaikan : Segera mengamalkan isi Quran dengan sebaik-baiknya.

Rasululullah shalallahu alaihi wassalam pernah mengadu pada Allah tentang perlakuan umatnya terhadap Quran. Cerita ini dikisahkan dalam Q.S Furqan : 30
“Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan".”

Kaum-kaum yang dimaksud Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, disebut di bahasa Arab sebagai Mahjuuro مَهْجُورًا  , yaitu :
-       Mereka yang tidak membaca Quran
-       Mereka yang membaca namun tidak berusaha memahami
-       Mereka yang membaca dan berusaha memahami namun tidak mengamalkan
-       Mereka yang membaca, berusaha memahami dan sudah mengamalkan namun tidak mau menyeru/mengajak orang lain untuk memenuhi perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Diriwayatkan juga dalam Q.S Al-Hasyr : 21 Bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam pernah mencoba mewariskan Al-Quran kepada gunung :

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.”

Wallohu a'lam bish showwab.

Salam,
MF

No comments:

Post a Comment