September 20, 2014

Resume SII - Pertemuan 5

Resume Materi SII – Kelas B (Kelas General)
Tanggal        : 14 September 2014
Narasumber : Ust Buldansani
Tema            : Hadits Sunnah

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Dibawakan dengan banyak aksen sunda (yang bagi saya lucu), baru kali ini sesi kelas reguler menjadi lebih menyenangkan dari minggu yang sebelumnya. Terlebih penting adalah lebih banyak materi yang berhasil saya capture menggunakan kamera handphone, yang insyaaAllah bermanfaat bagi yang membacanya.

Beliau awali dengan mengajak para pendengar untuk merenungi kenapa kita beragama Islam? – Banyak menjawab karena sebab turunan. Alhamdulillah, kalo memang dilahirkan sebagai Islam. Tapi lain dari itu memang Islam adalah satu-satunya jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Di dalamnya ada aturan tuntunan yang sifatnya pasti, yang diturunkan melalui utusan terbaik sepanjang zaman, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.
"tapi apa kita sudah merenungi ajaran yang beliau lakukan?"
"Kalaupun sudah, apakah sudah kita lakukan sesuai dengan tuntunan yang ada?"
Beragama itu tidak cukup hanya baik, tapi juga benar. Benar disini maksudnya adalah ada tuntunan nya, yaitu sesuai dengan dalil yang bisa diakui sumber dan periwayatannya.

Seperti yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Muslim,
"…Siapa yang memulai membuat tradisi yang baik dalam islam, maka dia mendapat pahala perbuatan baiknya dan pahala orang yang mengamalkan perbuatan baik tersebut setelahnya tanpa mengurangi sedikitpun pahala pengikutnya, dan siapa yang memulai membuat tradisi yang buruk dalam islam, maka dia mendapat dosa perbuatan buruknya dan dosa orang yang mengamalkan perbuatan buruk tersebut setelahnya tanpa mengurangi sedikitpun dosa pengikutnya"

Makna Sunnah Menurut Muhadditsin : berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, sifat fisik atau sifat akhlak, atau sejarahnya ketika sebelum dan sesudah diutus menjadi Rasul.

Makna Sunnah Menurut Fuqaha : ketetapan dari Rasululullah shallalahu 'alaihi wasallam yang bukan bersifat fardhu atau wajib, namun hal ini mendekati wajib. Istilah ini digunakan sebagai antonim dari kata bid'ah.

Yang populer di kalangan ahli fiqih sunnah adalah sinonim dengan Al-Mandub yaitu perbuatan yang dianjurkan untuk dilakukan, dimana jika dilakukan mendapat pahala dan jika tidak dilakukan akan mendapat dosa. Seperti puasa sunnah, shalat sunnah, dll.

Makna Sunnah Menurut Ushuliliyyin : semua yang diterima dari Rasul, kata-kata, perbuatan, dan taqrir.

Kewajiban Mengikuti Sunnah
"setiap umatku pasti masuk surga kecuali yang enggan".
Para sahabat bertanya, "siapakah yang enggan wahai Rasulullah?"
Maksudnya bahwa ini hal yang tidak masuk akal, siapa otang yang enggan dan tidak menginginkan neraka.
Maka jawab Rasululllah shallallahu 'alaihi wassalam, "siapa yang taat kepadamu maka dia masuk surga dan siapa yang menyelisihkanku maka dialah yang enggan (masuk surga)"

Kewajiban Mentaati Rasulullah SAW
"Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir." [ Q.S. Ali Imran : 32 ]

"... Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." [ Q.S. Hasyr : 7 ]

Kedudukan As-Sunnah
1. Ittiba : Rasul saw mengikuti syariat Allah swt (misal : ilmu waris).
2. Bayan : Menjelaskan apa yang diturunkan Allah swt (misal : bayan).
3. Tasyri' : Menambah hukum yang belum disebut dalam Al-Quran dan As Sunnah (misal : ilmu mengurus jenazah).
4. Sumber hukum ke-2 : Bukan karena sekunder atau bisa diabaikan, melainkan karena dalam framework Al-Quran. Selain itu, As Sunnah juga setingkat dengan Al-Quran dalam menetapkan hukum.

v Macam-Macam Sunnah
      1. Sunnah Qauliyyah : Adalah ucapan Nabi Muhammad saw. Ciri redaksi : menggunakan "Nabi Bersabda..."
      2. Sunnah Fi'iliyyah : Perbuatan Nabi Muhammad saw.
      3. Sunnah Taqririyyah : Sikap diam Nabi Muhammad saw.

v Pembagian Sunnah

Bagaimana Sunnah Sampai kepada Kita
Dalam sabdanya, Rasulullah shallallahu 'alihi wasallam :
"Janganlah mencatat hadits yang berasal dariku. Siapa yang menuliskan selain Al-Quran maka hapuslah. Riwayatkanlah dariku, tidak ada masalah. Dan siapa yang berdusta kepadaku - dengan sengaja maka bersiaplah menduduki neraka."


Syarat Hadits Shahih
       1. Bersambung sanad
       2. Perawinya Dhabil (hafalan nya kuat) dan catatannta lengkap
       3. Perawinya adil (tidak pernah melakukan dosa besar dan membiasakan dosa kecil)
       4. Tidak ada syadz (tidak bertentangan dengan perawi lain)
       5. Tidak ada 'illat (pendusta)

Meneladani para Ulama Hadits
- Imam Malik, menjual tiang rumahnya untuk biaya mencari ilmu.
- Abud Yusuf, orang yang "gila" ilmu sampai lupa menafkahi keluarganya, kemudian keluarganya menjadi tanggungan Imam Abu Hanifah.
- Ibnu Hirasy Al-Maruzy, kehausan ketika menuntut ilmu, bahkan hingga pernah meminum air kencingnya sebanyak 5x.
- Abu Ja'far Al Qashri Al-Qirawany, menjual baju untuk kitab dan kertas.
- Baqi bin Ahmad Syekh Al-Andalus, hidup diatas kertas Kubis demi fokus mencari ilmu.
- Imam Ahmad, berbekal roti kering. Namun ketika lapar ia hanya bisa mencium aromanya dan jika sudah terasa lapar banget maka ia mencelupkannya pada air laut dan memakan secukupnya.
- Ibnu Taimiyah dan Imam Nawawi, meninggal dalam keadaan belum menikah karena fokus dalam mencari ilmu.

Maaf atas segala keterbatasan penjelasan yang ada.


Wallohu a'lam bish showwab

Salam,
MF

No comments:

Post a Comment