August 7, 2015

Kencleng Tissue


Tumpukan barang dan kardus-kardus yang kami pindahkan dari atas lemari dan dari kolong tempat tidur, mengisi tempat kosong selainnya. Tak apa terasa sempit, setidaknya mengurangi ruang tempat setan bersemayam.

Belakangan adalah posisi sabun yang ia putar balik posisinya. Rupanya ada gambar wanita pada bungkusnya.

Yang lalu adalah pintu lemari kaca berisi boneka yang saya sampul kertas organik polos tidak transparan. Sekarang, koleksi boneka itu sudah tak nampak.

Lainnya juga, kumpulan foto-foto pertemanan di meja rias dan meja kerja. Ku tumpuk rapi dan masukkan dalam laci di bawah lemari boneka.




Terakhir ini adalah si "Kencleng" yang tetiba sudah terlapis tissue. Ternyata, ada gambar anak-anak pada sampulnya.

Seru saja, mengenal hal yang baru tiap harinya. Melakukan sesuatu bersama walau tak sedikit bertemu beda pendapat. Terkadang suka aneh juga lucu dan melecutkan rasa tidak nyaman. Tapi kupikir ini bagian dari proses belajar. Proses mengenal, memahami dan mengerti yang tak ada batasan waktu istirahatnya. Karena sungguh, dikatakan istirahat adalah ketika kaki sudah menapak ke surganya Allah.

Semoga dirimu masuk dalam golongan orang-orang yang sabar.
Demikian juga untukmu...

21 Syawwal 1436H.
Sinarmas Land Plaza, 16.

No comments:

Post a Comment