November 20, 2016

Mega Febriana_NHW#5

Belajar Bagaimana Caranya Belajar

(Learning  How to Learn)


Tantangan kali ini adalah praktek membuat Desain Pembelajaran versi saya. Yang membuat minggu ini semakin menantang adalah karena tidak banyak clue khusus yang memandu para kami peserta Matrikulasi dalam membuat Desain Pembelajaran ini. Yang dilihat adalah bagaimana proses kami dalam melalui tantangan ini, tidak ada yang benar maupun salah, karena setiap kami mempunyai keunikan cara masing-masing.

Belajar bagaimana caranya belajar membuat Desain Pembelajaran saya mulai dari memaknai apa itu Desain Pembelajaran.
Desain Pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang "perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi.
 (Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Desain_pembelajaran)
Untuk menambah pemahaman yang lebih luas, saya mencoba mengulik ke referensi lain, diantaranya : 
Desain pembelajaran adalah suatu pemikiran atau persepsi untuk melaksanakan tugas mengajar pengajaran untuk menerapkan prinsip-prinsip pengajaran serta melalui langkah-langkah pengajaran.Dengan demikian guru sebagai desainer pengajar sekaligus sebagai pengelola pengajaran, guru perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam menyusun desain pengajaran.[10]
Desain pembelajaran sendiri menurut Shambaugh (2006) yang dikutip oleh Wina Sanjatya adalah “ An intellectual process to help teachers systematically analyze learner needs and construct structures possibilities to responsively address those needs.” Jadi dengan demikian, suatu desain pembelajaran diarahkan untuk menganalisis kebutuhan siswa dalam pembelajaran kemudian berupaya untuk membantu dalam menjawab kebutuhan tersebut.[12] 
Dari beberapa pengertian diatas, maka desain instruksional berkenaan dengan proses pembelajaran yang dapat dilakukan siswa untuk mempelajari suatu materi pelajaran yang di dalamnya mencakup rumusan tujuan yang harus dicapai atau hasil belajar yang diharapkan, rumusan strategi yang dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan termasuk metode, teknik, dan media yang dapat dimanfaatkan serta teknik evaluasi untuk mengukur atau menentukan keberhasilan evaluasi untuk mengukur atau menentukan keberhasilan pencapaian tujuan.[13]
Mencoba mengaitkan dengan materi yang telah disampaikan, maka dalam menentukan desain pembejaran, maka berikut adalah point penting yang diperlukan, yakni :
1. Belajar hal yang berbeda - terkait apa yang dipelajari
2. Cara belajar yang berbeda - terkait metode pembelajarannya
3. Semangat belajar yang berbeda - saya kaitkan sebagai tujuan atau harapan akhir yang akan dicapai
(Sumber : Materi Matrikulasi IIP Batch 2 - pekan #5)
Hal ini menjadi point penting karena kita sebagai ibu akan menghadapi zaman yang berbeda ketika anak-anak kita nanti belajar. 

Berdasar pengertian diatas juga, saya breakdown beberapa komponen inti yang terlibat dalam Desain Pembelajaran ini, diantaranya :
1. Peserta didik
Dalam hal ini adalah bisa diri saya sendiri atau anak-anak.
2. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dipadukan berdasarkan kebutuhan saya atau anak-anak dan kompetensi yang nantinya dicapai.
3. Metode
Metode merupakan cara atau teknik yang dianggap jitu dalam menyampaikan materi ajar. Diperlukannya penyusunan metode ini agar proses pembelajaran berjalan mulus. Metode ini dapat dikaitkan juga dengan strategi belajar yang akan digunakan.
4. Evaluasi
Proses pembelajaran yang melewati pengamatan, penilaian, maka hasil akhirnya akan di evaluasi agar dapat dilihat hasil belajar saya atau anak-anak apakah tercapai atau belum.

Setelah mencoba ngulik informasi via browsing, download rekaman kuliah Bunda Cekatan dan akhirnya sekadar bertanya pendapat kepada suami, maka inilah yang saya coba pahami tentang belajar membuat desain pembelajaran.

Seperti yang sekilas disampaikan diatas, bahwa saat ini kita berada di zaman yang terus berubah dengan kian cepat bahkan tanpa disadari, maka untuk bisa mendampingi anak belajar, saya sebagai seorang ibu harus bisa memahami proses belajar saya terlebih dahulu. Pertanyaan yang timbul adalah
a. Apakah saya masih menggunakan cara yang sama?
b. Bila dunia kian dinamis dan menuntut untuk diperlukan cara belajar yang berbeda, apakah saya sudah siap?

Hal ini dulu yang akan menjadi catatan bagi saya dalam merefleksikan proses belajar ketika bersama anak-anak (kelak). Yang perlu diingat adalah bagaimana diri saya mampu mengimbangi arus informasi atau kemampuan yang semakin berkembang pesat terutama di zaman anak (kelak). Perlunya rasa ketertarikan untuk menambah wawasan agar tidak ketinggalan zaman (istilah saat ini adalah kudet atau kurang update hehe). Semoga menjadi pengingat juga bagi diri saya khususnya, bahwa tidak perlu malu kalau tidak tahu atau tidak perlu merasa paling tahu, justru proses ini dapat saya manfaatkan untuk bersama-sama anak (kelak) mencari tahu apa yang tidak diketahuinya atau mengarahkan nya untuk mendatangi para ahli. 

Proses selanjutnya adalah memahami bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari kewajiban setiap muslim, yang merupakan keyakinan dalam agama saya, Islam. Oleh karenanya, baik saya sebagai ibu maupun anak-anak (kelak) atau suami juga mampu menumbuhkan keinginan terus belajar setiap waktu tanpa mengenal lelah dan menyerah. Yang menjadi semangat bagi saya adalah ketika pernah suatu waktu diingatkan oleh suami bahwa barang siapa yang gemar menuntut ilmu maka Alloh kan memudahkan jalannya ke surga. Semoga ini yang akan terus membawa saya untuk mempelajari ilmu baru misalnya, bagaimana nabi muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- melakukan akikah kepada anak-anaknya, bagaimana becandaan beliau -shallallahu alaihi wa sallam- kepada keluarganya, dan lain sebagainya.

Desain Pembelajaran versi saya :
1. Belajar hal yang berbeda, terkait materi pembelajaran saya :
Materi disesuaikan dengan milestone yang direncanakan (dapat dilihat pada NHW #4)
KM 0 - KM 1 (2014-2018) : ilmu menjaga kehamilan, proses menyusui dan perawatan bayi baru lahir, ilmu MPASI, ilmu pengasuhan pendidikan anak sesuai nabi muhammad -shallallahu alaihi wa sallam-, Materi Bunda SAyang, hafalan juz 29-30
KM 1 - KM 2 (2015-2020) : Materi Bunda Cekatan, praktik murojaah keluarga, ilmu belajar momong anak (bermain, belajar, memberi makan, dll).
KM 2 - KM 3 (2017-2022) : Materi Bunda Produktif, memperdalam kembali tahsin Al-Qur'an
KM 3 - KM 4 (2017-2025) : Materi Bunda Sholiha, hafalan juz 28, Ilmu shiroh nabawiyah

2. Cara yang berbeda, terkait metode pembelajaran saya :
Media : menonton video, membaca buku, mendengarkan rekaman
Ahli : mengunjungi majelis ilmu, diskusi dengan ahli, sharin dengan yang berpengalaman dan keluarga

Strategi pembelajaran yang digunakan mengikuti meninggikan gunung dan tidak meratakan lembah. Passion saat ini adalah bagaimana mengasuh anak baik dalam hal pendidikan maupun kesehatan atau keseharian nya.

3. Evaluasi 
Menggunakan indikator profesionalisme yang sudah ditetapkan pada NHW#2 dengan mengikuti perkembangan atau perubahan materi yang didalami.


Salam Ibu Profesional,
20 Shafar 1438H/ 20 Nopember 2016M

No comments:

Post a Comment